artikel

Adakah metode khusus untuk mempercepat anak belajar membaca? Inilah pertanyaan paling sering ditanyakan para orang tua yang memiliki anak-anak prasekolah.  

 

Jawaban pertanyaan di atas, ada. Hanya perlu memperhatikan kondisi anak juga. Jika anak bunda mengidap disleksia atau gangguan dalam membaca, perlu perhatian khusus atau durasi waktu yang mungkin lebih lama. Jika ada kecenderungan disleksia, bunda dan guru perlu memberikan semangat dan perhatian khusus. Proses belajar membaca yang natural sebenarnya bukanlah proses yang cepat atau instan. Semua bertahap.

 

Ada beberapa faktor umum untuk mengondisikan anak mau belajar membaca.  Pertama, metode pendekatan dalam belajar. Perlu strategi kreatif untuk mendorong anak mau belajar. Seperti pendekatan dengan permainan dan memperhatikan durasi waktu untuk menghindari kebosanan. Jika anak bosan, berhentilah.

 

Kedua, lingkungan. Belajar membaca perlu contoh dan rangsangan dari lingkungan, baik dari dalam rumah, sekolah, maupun tempat bermain. Di rumah, misalnya, orang tua membiasakan membacakan dongeng cerita anak sebelum mereka tidur. Dengan mendengarkan cerita, selain belajar mendengarkan, anak-anak akan mengenal banyak kosakata, termasuk mengenalkan cerita dan buku-buku yang kelak akan mereka ingat ketika dewasa.

 

Ketiga, pada pilihan buku panduan membaca untuk mendampingi belajar. 

 

Keempat, memperhatikan dan mengenali gaya belajar anak. Apakah ia cocok dengan model visual, audiotory, kinestetik, atau lainnya. 

 

Kelima, soal daya konsentrasi anak. Anak di bawah usia lima tahun biasa memiliki daya konsentrasi yang tidak lama. Maka pekalah terhadap kondisi ini. 

 

Dari kelima faktor di atas, basis bermain seperti masih menjadi yang utama. Perpaduan belajar sembari bermain menjadi hal yang sulit terhindarkan untuk anak usia prasekolah. Faktor ketelatenan orangtua dan guru turut berpengaruh membangun suasana belajar.

 

Metode cara cepat membaca untuk anak ini, telah diujicobakan pada anak TK. Oleh Ana Widyastuti, S.Pd, M.Pd, Kons., seorang Asesor BAN PAUD dan PNF Jabar, lalu diterbitkan oleh anakkita dengan judul 25 Jam Aku Bisa Baca. Buku fullcolour ini ditujukan untuk anak usia 3-7 tahun. 

 

Dari pengamalan Ibu Ana mendampingi dan mengajar anak-anak belajar, sekitar 90% berhasil lebih cepat membaca dengan metodenya. Ia menyarankan dalam sehari menyempatkan mendampingi anak dalam satu jam. Satu jam dibagi ke dalam beberapa sesi, agar anak-anak tidak mengalami kebosanan. Metodenya membaca gambar tanpa mengeja huruf, langsung menyimak kata.

aku-bisa-baca-tanpa-dieja

 

Dalam buku ini terdapat media belajar berupa kartu baca yang dicetak berwarna, yang bisa digunting sendiri oleh anak-anak, sebagai bagian dari latihan motoriknya. Kartu baca ini berfungsi sebagai mengait hubungan anak dengan orang tua saat belajar membaca. Cara visual dan kegiatan bersama anak dan orang tua/guru akan ini lebih mengena dan efektif.

 

Lebih lengkap panduan, petunjuk, dan cara menggunakan metode membaca gambar bisa disimak dalam buku 25 Jam Aku Bisa Baca. Buku ini sudah bisa dijumpai di toko buku Gramedia dan toko buku daring langganan bunda. Ayo, Bun, ajak anak belajar membaca dengan metode asyik dan seru ini!

 

 

 

 

 

Shalat wajib dikenalkan dan diajarkan sejak anak usia dini. Sebab mulai usia tujuh tahun Rasulullah mewajibkan anak untuk shalat. Jika di usia 10 tahun masih malas shalat, orang tua wajib memberikan teguran dengan lebih tegas.

 

Agar terkondisikan secara baik dan alami, sebaiknya kebiasaan shalat dikenalkan sejak anak usia balita. Lingkungan keluarga sangat mendukung untuk menanamkan kebiasaan ini. Seperti kita ketahui Bunda, anak lebih banyak melihat, dari melihat mereka akan menirukan aktivitas ayah dan bundanya.

 

Misalnya dengan memberikan contoh, dimulai dengan rutinitas mengajak anak berjemaah di rumah maupun di masjid. Melalui rutinitas ini, harapannya anak mudah menirukan, minimal gerakan fisik shalat dahulu. Seiring waktu bacaan doa bisa dikenalkan dan berikan perintah agar anak menghafal bacaan shalat.

 

Mengajarkan anak shalat, merupakan bagian dari tahapan penting dalam mendidik anak secara Islami, terutama ketika anak masih balita. Di usia di bawah lima tahun ini, Bunda bisa mulai mengajar cara berwudhu dan gerakan shalat.

 

Tidak usah langsung menuntut anak bisa melakukan dengan sempurna, karena belajar perlu mengalami banyak kesalahan dan sabar untuk mengulang-ulang. Asal istikamah, harapannya seiring waktu dan tumbuh kembang anak, proses belajar shalat akan bertambah baik. Setidaknya dalam urusan gerakan dan bacaan.

 

Kebiasaan shalat berjamaah akan tumbuh jika anak-anak bertemu dengan teman sebaya. Biasanya mereka akan semangat. Walaupun terkadang bahkan sering diiringi main-main,  orang tua bisa menegur dan mengingatkan dengan baik-baik. Namanya anak-anak, masa bermain, kadang belum bisa membedakan situasi dan kondisi.

 

panduan-belajar-shalat-anakkita-doneSebagai referensi, buku untuk anak Panduan Mudah Belajar Shalat yang dilengkapi dengan ilustrasi gambar ini, bisa memudahkan Bunda menunjukkan tahapan bacaan dan gerakan shalat secara benar. Buku ini ditujukan untuk tingkat dasar dilengkapi dengan poster panduan belajar shalat yang fullcolour.

 

Buku yang diterbitkan oleh Penerbit anakkita ini bisa Bunda dapatkan di toko buku Gramedia dan toko buku daring terdekat dari jempol  bunda. Yuk, ajarkan dan ajak anak shalat dari usia dini!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Agar tidak hanya mahir membaca, anak-anak juga perlu sejak dini dikenalkan cara menuliskan huruf Hijaiyah. Kemampuan menuliskan huruf-huruf hijaiyah dapat merangsang perkembangan syaraf motorik halus anak-anak. Sekaligus belajar kesabaran, ketelitian, dan ketekunan.

 

Ada beberapa tip dasar mengajarkan menulis huruf hijaiyah untuk anak. Belajar menulis huruf Hijaiyah perlu didasari dengan suasana menyenangkan, ini akan sangat membantu. Sediakan pensil, kertas, dan penghapus.

 

Berikan contoh agar anak melihat terlebih dahulu, cara bunda menuliskan. Sembari mengingatkan kembali menulis huruf Hijaiyah selalu dimulai dari kanan ke kiri dan dari atas ke bawah. Menuliskan huruf Arab seperti halnya belajar menggambar, banyak memadukan lengkung, garis, dan titik.

 

Belajar menulis huruf demi huruf dimulai dari menebalkan huruf hijaiyah yang putus-putus. Seperti menebalkan sebuah gambar. Tidak perlu buru-buru 1 huruf boleh diberikan waktu lebih dari 10 menit atau 1 hari 2 huruf belajarnya. Sesuaikan juga dengan usia dan mood anak-anak.

 

Setelah menebalkan huruf, coba ulangi dengan menuliskan kembali huruf demi huruf, alif hingga ya. Tidak perlu buru-buru. Yang penting anak-anak menikmati dan senang dahulu. Jangan lupa bunda berikan tanda bintang lima jika sudah selesai per huruf sebagai penyemangat belajar.

 

Berbekal belajar menulis huruf demi huruf hijaiyah ini, kelak anak-anak bisa belajar huruf sambung. Pada tingkat lanjutan mereka akan lebih mengenal dan memahami isi Al Quran dan hadis Nabi Muhammad SAW.

 

Luangkan waktu sekitar 15 menit bersama anak, secara rutin, misalnya sore hari setelah anak mandi untuk belajar menebalkan dan menulis huruf demi huruf.

 

pintar-menulis-huruf-hijaiyah-anakkita-okSebagai acuan agar lebih mudah mendampingi anak-anak, buku “Pintar Menulis Huruf Hijaiyah” berisi lembaran-lembaran untuk membantu anak-anak dalam belajar menulis huruf hijaiyah. Buku ini dirancang agar anak bisa belajar menulis huruf demi huruf khusus untuk usia TK dan SD.

 

Dalam buku ini dilengkapi bonus poster petunjuk tempat keluarnya bunyi huruf Hijaiyah. Atau bagaimana cara menyebutkan huruf-huruf Hijaiyah sesuai bunyinya. Seperti bunda ketahui ada 29 huruf. Melalui ilmu makhraj ini, harapannya pelafalan bunyi huruf demi huruf yang dikenalkan sejak dini bisa lebih fasih dan benar.

 

 

 

 

 

 

Bunda pasti sudah tahu tentang pentingnya mengenalkan doa untuk anak-anak. Ya aktivitas berdoa diajarkan karena bagian dari penanaman keyakinan dan ketaatan kepada Allah SWT. Berdoa adalah sarana terhubung, mendekatkan diri, dan mengingat Allah SWT. Sebab segala usaha yang didukung doa akan lebih afdol jika beroleh ridlo dari Sang Pencipta.

 

Setidaknya ada enam doa harian yang wajib dikenalkan kepada anak sejak usia dini. Seperti doa untuk orang tua, doa sebelum tidur, doa bangun tidur, doa keluar rumah, dan doa sebelum makan.

 

Cara mengajarkan hafalan doa, sebaiknya tuntaskan per tema doa. Kenalkan lebih dahulu doa-doa pendek. Penggalah per bagian atau per kumpulan kata menurut artinya. Misalnya, dalam doa untuk kedua orang tua berikut ini.

 

Robbighfirlii wa liwaalidayya warharm humaa kamaa robbayaanii shoghiiroo.

 

Cara mudah menghafalnya, dipenggal menjadi tiga bagian seperti ini:

 

Robbighfirlii wa liwaalidayya

Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku.

 

warharm humaa

dan sayangilah mereka

 

kamaa robbayaanii shoghiiroo

sebagaimana mereka menyayangiku sejak kecil.

 

Ajarkan perlahan dengan mengucapkan berulang kali secara lisan dengan intonasi yang jelas. Sebelum menyampaikan perhatikan moment yang tepat misalnya saat anak-anak sedang dalam mood yang baik, saat anak tidak dalam bermain secara fisik seperti berlarian.

 

Langkah lain tempelkan doa-doa tersebut di tempat yang mudah dibaca. Misalnya, doa sebelum masuk kamar mandi, ditempel di dekat area kamar mandi. Doa sebelum makan ditempelkan di dekat ruang makan, dst.

 

Mari bunda dampingi anak-anak kita dengan sabar dalam mengajari mereka doa-doa harian secara bertahap hingga mereka mahir dan fasih dalam berdoa secara mandiri.

 

doa-harian-pilihanSebagai referensi buku Doa Harian Pilihan yang diterbitkan anakkita bisa menjadi panduan yang bagus. Kelebihan buku ini terdapat bonus poster doa harian yang berwarna. Bunda bisa menggunting per doa atau menempelkan full di kamar anak-anak. Buku dan poster ini amat membantu bunda dalam mengenalkan doa-doa harian untuk anak-anak.

 

Salam mendidik, mengasuh, dan memberi tauladan kepada anak.

 

 

More Articles...

  1. Yuk Ajak Anak Menyimak Komik Islami, Ada Pesan Teladan dari Rasulullah SAW
  2. Mendidik Buah Hati dengan Metode Islamic Montessori
  3. 6 Cara Mengajari Anak Belajar Bahasa Inggris
  4. Tiga Cara Terhindar dari Vaksin Palsu
  5. Seberapa Perlu, Sih, Bayi Menggunakan Diapers?
  6. Resep Beef Teriyaki untuk Hari Istimewa
  7. Mengenal Teknik Arsiran dalam Mewarnai
  8. Meneladani Kisah-kisah para Nabi dan Rasul

Subcategories

Page 1 of 3
 twitter  fb
   
 YT  google

Buku Baru

Cover-Hadits-2   25-jam-aku-bisa-baca
     
mewarnai-dinosaurus   mewarnai-hewan-jinak

Bestseller

Cover-MONTESSORI-0-3-tahun     Cover-MONTESSORI-3-6-tahun
twitter fb
YT google

banner-islamic-montenssori